Persaingan teknologi di industri otomotif global semakin memanas dengan langkah terbaru yang diambil oleh QJMotor. Produsen roda dua asal China tersebut resmi mendaftarkan paten sistem aerodinamika aktif yang memungkinkan komponen winglet pada motor sport bergerak secara dinamis, mengikuti jejak inovasi yang sebelumnya dirintis oleh kompatriotnya, CFMoto.
Dalam dokumen paten yang tersebar, teknologi canggih ini disematkan pada bodi motor sport yang memiliki karakteristik serupa dengan seri SRK. Berbeda dengan winglet konvensional yang bersifat statis, sistem baru ini terintegrasi langsung dengan Inertial Measurement Unit (IMU). Integrasi ini memungkinkan sayap motor menyesuaikan posisi secara real-time berdasarkan kondisi berkendara.
Secara mekanis, kedua winglet tersebut dirancang untuk bergerak secara independen, serupa dengan fungsi aileron pada pesawat terbang. Saat pengendara melakukan pengereman mendadak di kecepatan tinggi, winglet akan otomatis berputar ke bawah. Gerakan ini menciptakan hambatan angin tambahan yang membantu deselerasi motor sekaligus meningkatkan gaya tekan (downforce) pada roda depan agar traksi ke aspal tetap optimal.
Tidak hanya membantu pengereman, teknologi ini juga dirancang untuk mengoptimalkan akselerasi. Pada sistem standar, pengendara sering kali harus merelakan tenaga mesin demi menjaga stabilitas agar roda depan tidak terangkat. Dengan winglet aktif, sistem dapat menyesuaikan sudut sayap hanya saat dibutuhkan, sehingga motor tetap stabil namun tidak terhambat oleh drag udara yang berlebih saat melaju di lintasan lurus.
Meskipun efektivitas nyata dari teknologi ini masih menunggu pembuktian lebih lanjut melalui pengujian publik, langkah QJMotor mempertegas tren baru dalam desain superbike. Dengan CFMoto yang juga tengah mengembangkan konsep serupa, persaingan teknologi aerodinamika aktif diprediksi akan menjadi babak baru dalam pertarungan dominasi pabrikan otomotif asal China di pasar motor sport global.