Gejala seperti bersin terus-menerus, batuk, hingga munculnya gatal pada kulit sering kali dianggap sebagai dampak perubahan cuaca semata. Padahal, menurut Konsultan Alergi Imunologi RS Sari Asih Ciputat, dr. Laras Budiyani, keluhan tersebut merupakan manifestasi dari reaksi sistem imun terhadap paparan alergen tertentu.
Reaksi alergi terjadi ketika sistem pertahanan tubuh seseorang memberikan respon berlebih terhadap zat asing. Gejala ini biasanya muncul dengan cepat, berkisar antara beberapa menit hingga hitungan jam setelah penderita terpapar pemicu. Bentuk reaksi tersebut sangat bervariasi, mulai dari gangguan pernapasan seperti pilek dan batuk kronis, hingga masalah kulit seperti kemerahan, bersisik, serta munculnya bentol yang disertai rasa gatal.
Pemicu alergi di lingkungan sekitar sangat beragam, mulai dari debu, tungau, bulu hewan peliharaan, hingga jenis makanan, bahan kontak fisik, bahkan kandungan dalam obat-obatan tertentu. Mengingat luasnya cakupan pemicu tersebut, dr. Laras menyoroti kebiasaan buruk masyarakat yang cenderung menebak-nebak penyebab alergi secara mandiri.
Tindakan spekulatif dalam menentukan pemicu alergi berisiko membuat penanganan menjadi tidak tepat sasaran dan justru dapat memperburuk kondisi kesehatan. Oleh karena itu, pemeriksaan medis yang akurat sangat krusial untuk dilakukan. Dokter menyarankan masyarakat untuk tidak menunda kunjungan ke fasilitas kesehatan agar diagnosis dapat ditegakkan secara tepat dan langkah pengobatan yang diberikan menjadi lebih efektif.