Hasrat untuk mengembalikan kepercayaan diri melalui prosedur estetika berujung pada duka mendalam bagi keluarga Rachel Tussey. Seorang ibu tiga anak asal Ohio, Amerika Serikat, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami komplikasi fatal saat menjalani prosedur mommy makeover, sebuah rangkaian tindakan bedah plastik yang mencakup operasi tummy tuck atau abdominoplasti.

Sebelum insiden tersebut, wanita berusia 47 tahun ini dikenal aktif membagikan persiapan prosedur medisnya kepada puluhan ribu pengikut di platform TikTok. Antusiasmenya begitu besar, bahkan dalam unggahan terakhir sebelum masuk ruang operasi, Rachel menyatakan keyakinannya bahwa ia berada di tangan tim medis yang tepat.

Namun, kondisi pasca-operasi jauh dari harapan. Sang suami, Jeremy Tussey, menuturkan bahwa ia mendapati istrinya dalam kondisi memprihatinkan dengan wajah pucat dan bibir membiru tak lama setelah tindakan selesai. Kecurigaan Jeremy menguat saat ia menyadari tidak adanya respons medis yang sigap ketika kondisi Rachel memburuk di rumah sakit.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Rachel diduga mengalami kekurangan pasokan oksigen selama lebih dari enam menit, yang akhirnya menyebabkan kondisi mati batang otak. Setelah berjuang dengan alat bantu hidup selama beberapa hari di rumah sakit, keluarga akhirnya mengambil keputusan berat untuk menghentikan dukungan kehidupan medis tersebut.

Peristiwa ini menjadi sorotan luas di media sosial dan memicu diskusi kritis mengenai risiko tersembunyi di balik prosedur operasi plastik elektif. Kepergian Rachel menyisakan pesan bagi publik agar lebih berhati-hati dan bijak dalam mempertimbangkan prosedur medis yang melibatkan risiko besar, serta pentingnya memastikan standar keamanan dan penanganan darurat yang memadai di fasilitas kesehatan pilihan.