Pemerintah Kota Bangkok, Thailand, mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan terhadap seluruh tempat usaha jasa dan hiburan. Langkah ini diambil menyusul tragedi kebakaran hebat di restoran Rong Beer Na Lad Phrao, Distrik Lat Phrao, yang menewaskan puluhan orang pada Sabtu malam lalu. Otoritas setempat kini tengah mengevaluasi celah hukum dalam izin zonasi dan standar keselamatan bangunan.
Investigasi awal menunjukkan adanya pelanggaran administratif yang fatal. Rong Beer Na Lad Phrao diketahui hanya mengantongi izin operasional sebagai restoran biasa, bukan tempat hiburan malam. Akibatnya, pengelola tidak diwajibkan memenuhi standar keselamatan kebakaran yang ketat untuk kelab malam, termasuk kewajiban penggunaan material dekorasi tahan api dan bahan peredam suara yang aman.
Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, mengumumkan pembentukan komite investigasi khusus untuk meninjau tata kelola perizinan usaha di wilayahnya. Ia menginstruksikan otoritas di 50 distrik untuk menyamakan standar keselamatan bagi tempat usaha yang beroperasi menyerupai tempat hiburan, terlepas dari jenis lisensi awal yang mereka miliki. Inspeksi kini diwajibkan berlangsung secara mendadak pada jam operasional malam hari guna memantau fungsi pintu darurat, jalur evakuasi, serta kesiapan alat pemadam api.
Tidak hanya di ibu kota, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, juga memerintahkan pemeriksaan darurat di seluruh penjuru negeri. Pemerintah pusat berjanji akan mereformasi klasifikasi bisnis hiburan guna mencegah penyalahgunaan izin, seperti menyelenggarakan konser musik langsung tanpa dokumen yang sesuai. Anutin menegaskan bahwa sanksi berat menanti setiap pemilik usaha yang terbukti abai terhadap keselamatan pengunjung.
Berdasarkan data dari Pusat Medis Darurat Erawan, jumlah korban jiwa akibat kebakaran tersebut telah bertambah menjadi 32 orang, sementara 73 lainnya mengalami luka-luka dengan sebagian korban masih dalam kondisi kritis. Hingga saat ini, proses penegakan hukum dan identifikasi korban masih terus berjalan di bawah pengawasan ketat otoritas setempat.