Raksasa otomotif asal Jepang, Toyota Motor Corporation, bersiap mengambil langkah strategis besar dalam memperkuat lini kendaraan listrik (EV) premium Lexus. Untuk pertama kalinya, perusahaan berencana memproduksi EV Lexus di China sekaligus mengadopsi metode manufaktur mutakhir yang terinspirasi dari efisiensi Tesla.

Teknologi utama yang akan diterapkan adalah gigacasting, yaitu teknik pengecoran bertekanan tinggi yang menyatukan berbagai struktur bodi kendaraan menjadi satu komponen besar. Langkah inovatif ini diklaim mampu menyederhanakan proses perakitan, mengurangi bobot total mobil, serta memangkas beban pengepresan komponen bodi hingga 20 persen, yang pada akhirnya berdampak positif pada efisiensi daya dan jarak tempuh kendaraan.

Fasilitas manufaktur anyar yang berlokasi di Shanghai ini menarik perhatian karena dimiliki sepenuhnya oleh Toyota, bukan berupa usaha patungan (joint venture) dengan mitra lokal seperti kebiasaan industri di China. Operasional pabrik ditargetkan mulai berjalan pada awal 2027 dengan kapasitas awal 1.000 unit per bulan, sebelum ditingkatkan secara signifikan menjadi puluhan ribu unit per tahun pada 2028.

Strategi produksi lokal tanpa bea impor ini sengaja dirancang guna membendung gempuran merek-merek mobil listrik mewah domestik China yang kian agresif. Jika penerapan gigacasting di Shanghai terbukti efektif menekan biaya dan meningkatkan kualitas, Toyota berencana membawa serta mengevaluasi teknologi manufaktur baru ini ke pabrik-pabrik utama mereka di Jepang.