Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, melalui Dinas Kesehatan setempat terus meningkatkan kesiapsiagaan layanan medis 24 jam demi menjamin keselamatan masyarakat lokal serta wisatawan mancanegara. Langkah strategis ini diwujudkan melalui optimalisasi platform digital "Badung Sehat" yang dirancang untuk mempercepat penanganan kedaruratan di wilayah pariwisata tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Badung, Bagus Padma Puspita, menjelaskan bahwa tingginya mobilitas di Badung—sebagai pintu gerbang utama Bali dengan catatan kunjungan wisatawan asing mencapai lebih dari 3,3 juta jiwa hingga Juli 2026—menuntut adanya sistem layanan kesehatan yang cepat dan terintegrasi. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan aman.

Melalui aplikasi Badung Sehat, respons penanganan darurat kini diklaim jauh lebih efisien. Sistem digital ini mengintegrasikan armada ambulans yang siaga di 13 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dengan pusat komando medis. Hasilnya, waktu tanggap darurat (response time) yang sebelumnya memakan waktu lebih dari 30 menit kini berhasil dipangkas secara signifikan menjadi hanya 10 hingga 14 menit.

Selain mengakomodasi situasi darurat, aplikasi ini juga dibekali berbagai fitur penunjang kesehatan lainnya. Pengguna dapat mengakses layanan konsultasi dokter jarak jauh (telemedicine), pemesanan ambulans non-darurat, perawatan di rumah (home care), hingga memantau ketersediaan stok darah dan vaksin.

Tidak hanya itu, aplikasi Badung Sehat juga menjadi sarana pemantauan penyebaran penyakit menular seperti demam berdarah dengue (DBD) dan rabies, sekaligus wadah aduan bagi masyarakat. Dinas Kesehatan Badung menegaskan bahwa transformasi digital ini diimbangi dengan pengawasan ketat terhadap fasilitas kesehatan agar standar mutu pelayanan tetap terjaga.