PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) sukses menyabet penghargaan bergengsi dalam peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026. Apresiasi di bidang Konservasi Spesies dan Genetik ini diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kepada Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta.
Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata atas konsistensi PGE dalam menyelaraskan operasional bisnis energi bersih dengan perlindungan ekosistem. Melalui Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK), entitas usaha ini dinilai memberikan kontribusi signifikan sebagai pusat penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran, serta edukasi konservasi burung pemangsa di Indonesia.
Sejak didirikan pada tahun 2014 lewat kemitraan dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan Raptor Indonesia, PKEK telah merehabilitasi 392 ekor elang dan melepasliarkan 153 ekor kembali ke alam bebas. Fokus utama perlindungan ini ditujukan bagi Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), satwa endemik yang menjadi lambang negara Garuda dan kini berstatus terancam punah.
Untuk mendukung upaya ini, PGE mendedikasikan lahan seluas 116 hektare di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kamojang sebagai kawasan konservasi. Fasilitas ini dilengkapi dengan kandang karantina, ruang observasi, hingga area latihan terbang sebelum satwa dilepasliarkan. Menariknya, program ini juga memberdayakan masyarakat sekitar dengan melibatkan peternak lokal dalam penyediaan pakan elang.
Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menegaskan bahwa kelestarian industri panas bumi sangat bergantung pada terjaganya ekosistem hutan di sekitarnya. Keberhasilan program konservasi ini juga memperkuat pencapaian PGE yang sebelumnya telah meraih penghargaan PROPER Emas belasan kali berturut-turut, sekaligus menempatkan perusahaan dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025.