PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) resmi memperkenalkan pembaruan pada layanan telematika andalannya, Hino Connect, dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Langkah strategis ini diambil guna menekan angka waktu henti (downtime) armada niaga, yang kerap menjadi kendala utama bagi produktivitas para pelaku industri transportasi dan logistik di tanah air.
Inovasi utama yang diperkenalkan dalam kesempatan tersebut adalah fitur Diagnostic Trouble Code (DTC) atau Failure Notification. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi potensi kerusakan kendaraan secara real-time dengan mengintegrasikan sensor pintar dan Electronic Control Unit (ECU) yang terpasang pada lini kendaraan Hino berspesifikasi Euro 4.
Ketika sistem mendeteksi adanya kejanggalan operasional pada mesin atau komponen penting lainnya, notifikasi otomatis akan dikirimkan kepada pemilik armada melalui aplikasi web Hino Connect dan pos-el (email) dalam waktu kurang dari lima menit. Informasi yang disajikan pun terbilang komprehensif, mencakup tingkat risiko kerusakan, indikasi lampu peringatan di dasbor, hingga panduan tindakan darurat yang harus diambil oleh pengemudi atau mekanik.
Marketing Director HMSI, Tomoki Hattori, menjelaskan bahwa deteksi dini ini sangat krusial dalam menjaga kelancaran bisnis konsumen. Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi armada secara mendalam dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan operasional secara cepat dan meminimalkan risiko kerugian akibat truk yang mogok di jalan.
Selain sistem deteksi kerusakan, HMSI juga mempermudah aspek administratif dengan menghadirkan fitur pembayaran daring (Online Payment). Fitur baru ini memungkinkan konsumen melakukan pembelian maupun perpanjangan paket layanan Hino Connect secara mandiri melalui satu platform digital terpadu secara lebih praktis. Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan simulasi teknologi ini secara langsung, HMSI menyediakan pojok digital interaktif di Hall 1 Booth 1E sepanjang pameran GIIAS 2026 berlangsung.