Sebuah yayasan peduli pendidikan menyuarakan keprihatinan mendalam setelah aparat menemukan sebanyak 996 pucuk senjata di lingkungan sebuah sekolah. Penemuan dalam jumlah fantastis ini memicu kecurigaan kuat bahwa fasilitas pendidikan tersebut telah dialihfungsikan secara ilegal menjadi gudang komersial atau tempat penyimpanan bisnis pihak luar.
Pihak yayasan menilai kejadian ini merupakan pelanggaran serius terhadap fungsi utama lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman dan kondusif bagi kegiatan belajar mengajar. Skala penemuan yang hampir mencapai seribu unit senjata tersebut mengindikasikan adanya pembiaran atau keterlibatan pihak internal dalam memfasilitasi aktivitas logistik non-akademis.
Merespons temuan tersebut, yayasan mendesak aparat penegak hukum dan dinas pendidikan terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh. Langkah tegas dinilai sangat krusial guna mengungkap aktor intelektual di balik penyimpanan senjata ini serta memastikan tidak ada penyalahgunaan aset sekolah lainnya untuk kepentingan bisnis ilegal.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dilaporkan tengah melakukan penyelidikan intensif untuk menelusuri asal-usul ratusan senjata tersebut. Publik kini menanti transparansi proses hukum agar integritas institusi pendidikan dapat dipulihkan sepenuhnya.