Kebijakan pelonggaran aturan rujukan asuransi kesehatan (BPJS versi Vietnam) telah memasuki pekan pertama implementasinya. Langkah ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama kelompok lanjut usia dan pasien penyakit kronis, karena akses menuju fasilitas kesehatan rujukan kini menjadi jauh lebih praktis tanpa harus melalui prosedur birokrasi surat rujukan yang berbelit.

Bagi Ibu Nguyen Thi Bay (81 tahun) dan pasien lainnya, perubahan ini adalah angin segar. Kini, mereka dapat langsung mengakses layanan spesialis di rumah sakit besar tanpa terikat pada lokasi pendaftaran awal. Meski demikian, pihak Lembaga Jaminan Sosial Vietnam menegaskan bahwa skema penggantian biaya 50% harus dipahami secara proporsional. Besaran manfaat yang diterima tetap bergantung pada tingkat cakupan individu dan jenis layanan medis yang masuk dalam daftar penjaminan asuransi.

Di sisi lain, lonjakan kunjungan pasien menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola rumah sakit. Sejumlah rumah sakit ternama di Kota Ho Chi Minh melaporkan peningkatan volume pasien yang signifikan. Sebagai respons, pihak manajemen rumah sakit telah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari penyediaan gedung khusus, optimalisasi sistem pendaftaran daring, hingga penambahan personel di loket layanan untuk memangkas waktu tunggu.

Para praktisi medis menekankan bahwa perluasan kebijakan ini merupakan langkah progresif untuk meningkatkan aksesibilitas kesehatan. Namun, terdapat peringatan mengenai keterbatasan kapasitas fisik rumah sakit besar. Para ahli menyarankan agar fokus jangka panjang pemerintah tidak hanya terpaku pada perluasan skala rumah sakit pusat, melainkan pada pemerataan kualitas layanan kesehatan di tingkat daerah.

Peningkatan kapasitas sistem layanan kesehatan primer, percepatan transformasi digital, dan penguatan program telemedisin dinilai sebagai solusi krusial. Harapannya, jika kualitas layanan di tingkat dasar telah merata dan tepercaya, masyarakat akan merasa lebih nyaman mendapatkan penanganan medis di daerahnya sendiri, sehingga beban di rumah sakit tersier dapat dikelola dengan lebih efektif dan efisien.