Harga emas global mengalami koreksi tajam hingga lebih dari dua persen dan menyentuh level terendah dalam delapan bulan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia serta imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data pasar Refinitiv pada perdagangan Kamis (16/7/2026), harga emas ditutup melemah 2,3 persen ke level US$ 3.969,94 per troy ons. Angka penutupan tersebut menandai posisi terendah komoditas logam mulia ini sejak awal November tahun lalu. Meski demikian, memasuki perdagangan Jumat (17/7/2026) pagi, harga emas sedikit pulih dengan penguatan tipis 0,19 persen ke level US$ 3.977,5 per troy ons.
Koreksi harga emas ini sangat dipengaruhi oleh memanasnya situasi politik di Timur Tengah setelah Iran meminta kelompok Houthi di Yaman bersiap memblokir jalur pelayaran minyak di Laut Merah jika AS menyerang infrastruktur vital mereka. Ancaman gangguan pasokan energi ini langsung melambungkan harga minyak mentah Brent, yang berpotensi memicu laju inflasi baru.
Tingginya potensi inflasi memperkuat ekspektasi pasar bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuan di level tinggi untuk waktu yang lebih lama. Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan September kini naik menjadi sekitar 53 persen. Kenaikan suku bunga ini memperlemah daya tarik emas karena merupakan aset yang tidak menghasilkan imbal hasil bunga (non-yielding).
Selain memicu kenaikan yield obligasi tenor 10 tahun, sentimen ini juga memperkuat indeks dolar AS sebesar 0,2 persen. Penguatan mata uang AS tersebut secara otomatis membuat harga beli emas menjadi lebih mahal bagi para pelaku pasar yang bertransaksi dengan mata uang non-dolar.
Sentimen negatif ini tidak hanya memukul emas, melainkan juga menekan harga perak secara signifikan. Pada hari yang sama, harga perak merosot hingga 3,9 persen dan ditutup pada posisi US$ 55,51 per troy ons, yang menjadi level terendah dalam tujuh bulan terakhir.