Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung kerap dijuluki sebagai "pembunuh senyap" karena sering kali berkembang tanpa gejala klinis yang jelas. Menyadari ancaman nyata tersebut, Dexa Medica melalui inisiatif Dharma Dexa secara konsisten memperluas jangkauan program Cek Kesehatan Segitiga sebagai langkah preventif membantu masyarakat melakukan deteksi dini.

Program pemeriksaan kesehatan gratis ini baru saja menyambangi Surabaya pada 12–13 Juli 2026, dengan menjaring 782 peserta di Lapangan Bogowonto dan Universitas Surabaya. Hasil skrining cukup memprihatinkan, di mana sekitar enam dari sepuluh warga yang berpartisipasi teridentifikasi memiliki minimal satu faktor risiko PTM, baik itu berupa tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, maupun kadar gula darah di atas normal.

Secara kumulatif, program Cek Kesehatan Segitiga telah menjangkau lebih dari 15.000 masyarakat di 11 kota besar di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, hingga Makassar dan Yogyakarta. Data nasional dari program ini menunjukkan bahwa 63 persen peserta memiliki setidaknya satu faktor risiko PTM, dengan rincian 40,05 persen mengalami hipertensi, 35,2 persen kolesterol tinggi, dan 14,88 persen dengan gula darah tinggi.

Head of Corporate Communications Dexa Group, Sonny Himawan, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional yang berorientasi pada upaya promotif dan preventif. Untuk memperluas dampak positif ini, Manager Dharma Dexa, Mateus Ramidi, menambahkan bahwa pemilihan lokasi strategis seperti area publik dan institusi pendidikan akan terus diterapkan di kota-kota selanjutnya demi menjangkau sasaran yang lebih luas.

Terkait temuan risiko kesehatan tersebut, dr. Sheila dari Rumah Sakit William Booth Surabaya mengingatkan bahwa pola hidup tidak sehat seperti kurang bergerak dan kebiasaan begadang menjadi pemicu utama PTM. Skrining berkala menjadi krusial agar intervensi gaya hidup dapat segera dilakukan. Adapun agenda Cek Kesehatan Segitiga berikutnya dijadwalkan berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 19 Juli 2026 mendatang.