Di tengah badai isu dugaan pengaturan pertandingan (match-fixing) yang mengguncang sektor ganda campuran bulu tangkis Indonesia, pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah memilih untuk tidak terdistraksi. Keduanya menegaskan komitmen untuk melipatgandakan fokus demi mendulang prestasi terbaik pada ajang prestisius Kejuaraan Dunia BWF 2026 mendatang.
Amri Syahnawi mengungkapkan bahwa atmosfer di pelatnas ganda campuran tetap berjalan kondusif. Baginya, situasi ini menjadi momentum refleksi diri bagi seluruh atlet agar lebih memahami dan mematuhi regulasi integritas yang berlaku. Ia menegaskan bahwa tujuan utama seorang atlet adalah berkompetisi secara sportif, bukan mencari keuntungan dari cara-cara yang melanggar hukum.
Senada dengan pasangannya, Nita Violina Marwah memilih menutup telinga dari berbagai rumor negatif yang berkembang liar di publik. Nita menyatakan bahwa dirinya dan Amri masih memiliki banyak pekerjaan rumah teknis yang harus segera dibenahi sebelum berlaga di turnamen tingkat dunia tersebut, alih-alih menghabiskan energi untuk menanggapi spekulasi.
Dalam upaya pencegahan, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) bersama tim pelatih aktif menyosialisasikan aturan integritas secara berkala. Amri menyebut bahwa para atlet telah menerima panduan aturan terbaru dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) untuk dipelajari secara mendalam agar terhindar dari potensi pelanggaran.
Tekanan dari publik berupa kritik tajam juga tidak luput dari perhatian mereka. Namun, alih-alih berkecil hati, Amri memandang kritik tersebut sebagai cambuk untuk meningkatkan performa. Di sisi lain, Nita berharap publik memahami bahwa perjuangan dan kerja keras yang mereka lalui di lapangan latihan tidak selalu terlihat oleh mata luar.
Sebelumnya, PBSI telah melakukan perombakan skuad ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026 dengan menarik kepesertaan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Induk organisasi bulu tangkis nasional tersebut menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh proses persidangan independen yang tengah dilakukan BWF terkait dugaan pelanggaran integritas pemain Indonesia, seraya mengimbau masyarakat untuk menghindari spekulasi hingga keputusan resmi dirilis.