Ancaman gelombang panas ekstrem di Jepang mendorong lahirnya inovasi perlindungan tenaga kerja yang unik. Sejumlah industri di Negeri Sakura kini mulai memanfaatkan teknologi bilik pendingin instan, atau yang populer dijuluki "kulkas manusia", demi menjaga keselamatan para pekerja lapangan dari risiko sengatan panas (heatstroke).

Perangkat berbentuk menyerupai bilik telepon umum ini dinamakan Do Hiemon Box. Dengan memanfaatkan semburan udara dingin bertekanan, alat ini diklaim mampu menurunkan suhu tubuh pengguna secara drastis hanya dalam hitungan menit. Sejak diluncurkan pada April tahun ini, distributor alat industri Trusco Nakayama melaporkan telah menjual lebih dari 300 unit. Setiap unitnya dibanderol seharga 1,5 juta yen atau setara dengan Rp167 juta.

Sektor konstruksi, pabrik, dan logistik pergudangan menjadi konsumen utama teknologi ini. Isao Tabuchi, seorang pekerja gudang di Jepang, membagikan pengalamannya setelah sempat mengalami pusing akibat cuaca terik saat berangkat kerja. Setelah masuk ke dalam Do Hiemon Box, ia mengaku kondisi fisiknya langsung pulih karena suhu dingin yang dihasilkan bekerja sangat cepat mengembalikan kebugaran tubuhnya.

Lonjakan permintaan alat pendingin ini sejalan dengan perubahan iklim global yang membuat musim panas di Jepang kian ekstrem. Badan meteorologi setempat kini menggunakan istilah khusus "kokushobi" untuk menggambarkan hari dengan suhu ekstrem mencapai 40 derajat Celsius. Pemerintah bahkan mengimbau masyarakat untuk memperlakukan fenomena panas ini setara dengan bencana alam guna meminimalkan korban jiwa.

Dampak gelombang panas ini juga sangat dirasakan oleh dunia usaha. Data dari Teikoku Databank menunjukkan bahwa separuh dari perusahaan di Jepang mengalami gangguan operasional akibat cuaca panas ekstrem. Kondisi ini mendesak hampir 88 persen pelaku usaha untuk memperketat protokol keselamatan kerja, termasuk menyediakan pakaian khusus berkipas, ruang istirahat ber-AC, hingga melonggarkan aturan berpakaian formal bagi pegawai pemerintahan.

Dari sisi teknis, Do Hiemon Box dirancang praktis karena hanya membutuhkan daya listrik standar dan dilengkapi roda agar mudah dipindahkan. Untuk menjamin keselamatan pengguna dan menghindari paparan dingin berlebih, sistem kelistrikan bilik ini akan mati secara otomatis setelah beroperasi selama 20 menit. Investasi pada teknologi mitigasi cuaca panas ini kini dinilai krusial bagi perusahaan Jepang untuk mempertahankan produktivitas sekaligus menarik minat tenaga kerja baru.