PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), atau Tugu Insurance, mengumumkan bahwa sektor asuransi energi memberikan kontribusi signifikan sebesar 30 persen terhadap total pendapatan premi perusahaan. Kinerja positif ini menegaskan posisi strategis Tugu Insurance dalam mengelola proteksi risiko di industri minyak dan gas bumi (migas) nasional.

Direktur Keuangan dan Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar, menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari rekam jejak panjang perusahaan dalam menangani risiko industri migas yang memiliki kompleksitas tinggi serta membutuhkan kapasitas penjaminan berskala besar. Menurutnya, tidak banyak pelaku industri asuransi domestik yang memiliki kompetensi dan kekuatan finansial setara untuk mengelola risiko di sektor ini.

Kemampuan Tugu Insurance dalam mengamankan proyek-proyek energi ditopang oleh pengalaman operasional selama lebih dari 44 tahun. Selain itu, akses luas terhadap jaringan reasuransi global menjadi kunci penting untuk melindungi proyek bernilai jumbo. Kepercayaan pasar internasional tersebut diperkuat oleh peringkat finansial dari lembaga rating global AM Best, yang berhasil dipertahankan Tugu Insurance selama sepuluh tahun berturut-turut.

Menatap prospek ke depan, manajemen optimistis kebutuhan proteksi di sektor energi akan terus meningkat seiring masifnya investasi pembangunan infrastruktur migas baru. Dalam lanskap ini, Tugu Insurance tidak hanya berperan sebagai penyedia polis, melainkan juga bertindak sebagai mitra manajemen risiko yang membantu pelaku industri menganalisis potensi bahaya serta menyusun program preventif guna meminimalkan gangguan operasional.