TENGGARONG - Unit bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Tuah Bumi, yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Tirta Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), membuktikan ketangguhannya di tengah gempuran produk sejenis. Bisnis yang telah beroperasi selama puluhan tahun ini dilaporkan masih berjalan dengan stabil dan konsisten melayani kebutuhan pasar lokal.

Kepala Unit AMDK Tuah Bumi, M. Ipansyah, menjelaskan bahwa operasional produksi saat ini berjalan normal dengan menyesuaikan dinamika permintaan konsumen. Untuk varian gelas, unit usaha ini mampu memproduksi rata-rata 900 kotak setiap bulannya, sementara untuk varian botol dan galon diproduksi berdasarkan pesanan khusus yang masuk.

Ipansyah tidak menampik bahwa distribusi produk Tuah Bumi belum seluas kompetitor besar lainnya. Saat ini, masyarakat hanya dapat memperoleh produk tersebut melalui jaringan toko kelontong yang telah resmi menjadi mitra distribusi. Terkait kualitas, ia menjamin air baku yang bersumber dari sumur dalam di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, telah melalui uji klinis laboratorium dan terbukti sangat layak konsumsi.

Di balik stabilitas tersebut, unit usaha ini masih dihadapkan pada tantangan klasik berupa keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Hingga kini, seluruh proses produksi dan pemasaran hanya dikelola oleh empat orang personel. Kendati demikian, langkah modernisasi terus dilakukan, salah satunya melalui peremajaan sejumlah mesin produksi guna menjaga efisiensi dan kualitas produk.

Potensi kontribusi bisnis ini turut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kukar. Asisten II Sekretariat Kabupaten Kukar, Muhammad Iryanto, menyatakan harapannya agar AMDK Tuah Bumi terus didorong perkembangannya. Unit usaha ini dinilai memiliki potensi strategis sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang potensial bagi Kabupaten Kutai Kartanegara.