Suasana semarak menyelimuti kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Ratusan warga dan wisatawan memadati area pedestrian untuk menyaksikan pameran fotografi jurnalistik bertajuk 'Merdeka' yang diselenggarakan oleh Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara. Sebanyak 68 karya foto yang menangkap momen-momen bersejarah dan keunikan budaya Nusantara dipajang, menarik perhatian publik yang sedang menikmati rangkaian Pesta Rakyat Jogja di sekitar Gedung Agung.
Kemeriahan tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan meluap hingga ke sepanjang Jalan Margo Mulyo di kawasan Malioboro. Warga tampak antusias menyaksikan prosesi pengibaran bendera Merah Putih meski harus berdiri di trotoar, bersandar pada pagar, hingga memanjat pot taman beton. Bagi sebagian besar masyarakat yang tidak mendapatkan tiket masuk resmi ke Gedung Agung yang dibatasi hanya untuk 1.000 peserta umum, perayaan di area luar ini menjadi alternatif hiburan gratis yang sangat dinantikan.
Salah satu warga asal Sumatera Utara yang kini menetap di Sleman, Hanimah (56), mengungkapkan rasa bangganya dapat membawa serta anak-anaknya yang masih balita untuk merasakan atmosfer kemerdekaan. Baginya, momen ini sangat penting untuk mengenalkan nilai-nilai patriotisme dan menghargai jasa para pahlawan sejak usia dini melalui lagu-lagu daerah dan visualisasi perjuangan yang ditampilkan sepanjang acara.
Selain pameran foto dan pentas seni, panitia juga menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk 1.000 warga. Layanan sosial ini memicu antrean panjang sejak pagi hari. Daya tarik perayaan kemerdekaan ini rupanya tidak hanya memikat masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Tom (38), seorang mahasiswa asal Australia yang telah empat tahun tinggal di Yogyakarta untuk belajar bahasa Indonesia, menyatakan kekagumannya terhadap keramaian dan kemeriahan perayaan ini sembari turut berbaur mengenakan kemeja batik.