Penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Rembang memicu perhatian serius dari berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Rembang kini mengambil peran aktif dengan merumuskan langkah-langkah preventif demi memutus rantai penularan virus tersebut di tingkat daerah.
Wakil Ketua Bidang Kesehatan DPD KNPI Rembang, Nazala Layinatus Sifa, menegaskan bahwa penanggulangan masalah ini memerlukan sinergi kolektif melalui edukasi yang berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa KNPI telah merencanakan program sosialisasi langsung yang menyasar lembaga pendidikan, mulai dari sekolah menengah hingga universitas di wilayah Rembang.
Lebih lanjut, Nazala memaparkan tiga strategi utama dalam mengatasi penyebaran HIV/AIDS. Langkah pertama berfokus pada penguatan edukasi bagi kalangan remaja dan pemuda. Kedua, mendorong masyarakat untuk berani melakukan deteksi dini melalui tes kesehatan agar penanganan medis dapat segera dilakukan. Ketiga, menghapus stigma negatif sosial yang masih sering melekat pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV).
Melalui inisiatif ini, KNPI Rembang tidak memosisikan diri sebagai tenaga medis, melainkan sebagai motor penggerak kampanye kesehatan dan kemanusiaan. Gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi tanpa mendiskriminasi mereka yang terinfeksi.