Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi memulai era baru dengan menunjuk legenda AC Milan, Paolo Maldini, sebagai direktur teknis. Dalam proyek jangka panjang hingga Piala Dunia 2030 ini, Maldini akan didampingi oleh Leonardo yang bertugas sebagai penasihat strategis. Duet ini diberikan kewenangan penuh untuk melakukan perombakan fundamental, baik dari sisi mekanisme operasional tim nasional maupun pengembangan sistem pembinaan pemain usia muda di Italia.

Prioritas utama yang menjadi beban di pundak Maldini adalah menentukan nakhoda baru bagi tim nasional. Selama ini, spekulasi hanya berpusat pada Antonio Conte dan Roberto Mancini. Namun, kedua nama tersebut kini menghadapi tantangan kredibilitas; Conte dipertanyakan terkait kesesuaian taktisnya, sementara rekam jejak Mancini yang sempat meninggalkan timnas demi melatih Arab Saudi masih menyisakan perdebatan di kalangan publik.

Di tengah kebuntuan tersebut, muncul kejutan dengan kembalinya nama Pep Guardiola dalam bursa kandidat. Laporan dari La Gazzetta dello Sport menyebutkan bahwa upaya mendatangkan juru taktik Manchester City tersebut bukan lagi sekadar wacana yang tidak realistis. Keinginan Guardiola untuk mencicipi tantangan melatih tim nasional menjadi daya tawar utama bagi federasi.

Meski demikian, kendala finansial tetap menjadi faktor krusial. Mengingat gaji Guardiola yang mencapai 25 juta euro per musim, FIGC dikabarkan tengah mencari skema pembiayaan kolaboratif dengan klub-klub Serie A. Jika opsi Guardiola dirasa sulit terealisasi, federasi telah menyiapkan rencana cadangan dengan memasukkan nama Carlo Ancelotti serta Andrea Pirlo ke dalam daftar pantauan sebagai alternatif strategis.