Sektor perbankan di Vietnam kini menempatkan diri sebagai pilar utama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dengan memfasilitasi akses permodalan bagi para pelaku usaha. Wakil Gubernur Bank Negara Vietnam (SBV), Nguyen Ngoc Canh, menegaskan bahwa komunitas bisnis merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi, penciptaan lapangan kerja, serta inovasi teknologi.
Sebagai langkah konkret, SBV telah menerapkan serangkaian kebijakan moneter yang fleksibel dengan mengoordinasikannya bersama kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan pengendalian inflasi. Sepanjang semester pertama tahun 2026, otoritas moneter konsisten mempertahankan suku bunga kebijakan yang rendah, yang diikuti dengan penyesuaian suku bunga deposito oleh sejumlah bank komersial guna meringankan beban biaya modal bagi pelaku usaha.
Pemerintah juga melakukan reformasi regulasi melalui Surat Edaran No. 25/2026/TT-NHNN, yang memberikan ruang lebih besar bagi perbankan untuk menyalurkan kredit jangka menengah dan panjang. Peningkatan rasio modal jangka pendek untuk pinjaman jangka panjang dari 30% menjadi 40% ini dirancang khusus untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur berskala besar yang menjadi katalis bagi target pertumbuhan ekonomi dua digit di Vietnam.
Di samping itu, digitalisasi sektor keuangan terus dipacu melalui implementasi mekanisme sandbox untuk penilaian kredit dan integrasi data melalui Open API. Langkah ini diharapkan mampu menghilangkan hambatan administratif yang selama ini sering dikeluhkan oleh pelaku usaha, khususnya bagi perusahaan kecil dan menengah yang bergerak di sektor prioritas seperti pertanian, perikanan, serta industri pendukung.
Bank Negara Vietnam juga memberikan jaminan pengawasan ketat terhadap kinerja lembaga keuangan. Pihak otoritas menyatakan akan meminta pertanggungjawaban langsung kepada bank komersial yang dinilai tidak menyalurkan modal secara optimal kepada pelaku bisnis yang telah memenuhi kriteria kelayakan pinjaman. Komitmen ini mencerminkan tekad pemerintah untuk memastikan bahwa seluruh sumber daya keuangan dapat diserap secara efektif guna menciptakan dorongan baru bagi ekonomi nasional hingga tahun 2030.