Kondisi kesehatan mental anak dan remaja di Indonesia saat ini berada dalam taraf yang mengkhawatirkan. Merujuk pada data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey, diperkirakan sebanyak 15,5 juta dari total 46 juta remaja di tanah air mengalami persoalan psikologis. Angka ini menandakan bahwa satu dari setiap tiga remaja di Indonesia tengah berjuang menghadapi masalah kesehatan jiwa.
Depresi menjadi jenis gangguan psikologis yang paling mendominasi, menyerang sekitar 2 persen populasi muda berusia 15 hingga 24 tahun. Hal yang kian memprihatinkan, sebanyak 61 persen dari remaja yang mengalami depresi tersebut mengaku pernah berkeinginan untuk mengakhiri hidup dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Fenomena ini tercatat lebih banyak menyasar remaja perempuan, kelompok berpendidikan menengah, serta masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan.
Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang, dr. Angga Wirahmadi, menyoroti rendahnya angka penanganan medis terhadap kasus gangguan mental ini. Meski prevalensi depresi tergolong tinggi, kenyataannya baru sekitar 10 persen dari populasi usia muda tersebut yang mencari bantuan profesional atau berkonsultasi ke dokter. Hal ini mengindikasikan masih minimnya kesadaran masyarakat serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan jiwa.
Guna mencegah dampak yang lebih berat, dr. Angga mengimbau para orang tua untuk senantiasa memantau perubahan perilaku anak. Gejala awal depresi pada remaja umumnya ditunjukkan melalui penurunan minat beraktivitas, rendah diri, rasa tidak berdaya, gangguan tidur, kelelahan ekstrem, hingga penurunan nafsu makan yang drastis.
Selain depresi, gangguan kecemasan atau ansietas juga menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai. Gejalanya kerap kali berupa kebiasaan berpikir berlebihan (overthinking), kecenderungan menghindar dari masalah, sakit perut, sakit kepala, hingga jantung berdebar-debar. Mengingat tanda-tanda ini sering kali menyerupai keluhan fisik biasa, peran aktif orang tua dan tenaga medis dalam melakukan deteksi dini sangat krusial demi penyelamatan tumbuh kembang remaja.