Komisi IX DPR RI mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera memperkuat infrastruktur serta layanan kesehatan di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dinilai krusial mengingat status Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas nasional harus diimbangi dengan fasilitas medis yang memadai dan responsif terhadap situasi darurat.

Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menekankan pentingnya pengadaan armada ambulans laut dan darat yang ditempatkan secara strategis. Menurutnya, aksesibilitas layanan kesehatan yang cepat sangat dibutuhkan, terutama untuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan dan mengantisipasi kedaruratan medis wisatawan maupun warga lokal.

Selain kendala sarana fisik, Felly menyoroti tingginya angka kasus tuberkulosis (TBC) di wilayah tersebut yang memerlukan penanganan intensif agar tidak berdampak negatif pada citra sektor pariwisata. Guna menyiasati keterbatasan APBD, ia mendorong pemerintah daerah untuk aktif merangkul sektor swasta dan perhotelan melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).

Di samping itu, perhatian khusus juga diarahkan pada jaminan kesehatan bagi pekerja migran asal NTT, termasuk upaya preventif terhadap penyebaran penyakit menular seperti HIV. Seluruh aspirasi dan temuan dari kunjungan kerja reses ini berkomitmen akan dibawa ke tingkat pusat untuk dibahas bersama kementerian terkait dalam penyusunan kebijakan anggaran mendatang.