Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat. Penurunan tajam pada sektor teknologi dan semikonduktor menjadi penahan laju indeks utama, meskipun indeks Dow Jones berhasil menguat berkat sokongan saham-saham perbankan dan keuangan.

Indeks Nasdaq Composite memimpin pelemahan dengan turun sebesar 0,76 persen ke posisi 25.980,19, disusul oleh indeks S&P 500 yang terkoreksi 0,28 persen menjadi 7.652,86. Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average bergerak melawan arus dengan mencatatkan kenaikan 0,26 persen ke level 53.417,16.

Pelemahan indeks didominasi oleh sektor teknologi, terutama industri semikonduktor seperti Micron Technology yang merosot 5,8 persen, Nvidia turun 2,9 persen, dan Broadcom terpangkas 2,6 persen. Selain aksi ambil untung menjelang rilis laporan keuangan, sentimen negatif muncul dari isu politik domestik AS, termasuk peringatan dari Gubernur Texas Greg Abbott mengenai penolakan masyarakat terhadap pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) menjelang pemilu paruh waktu.

Berbeda dengan teknologi, sektor keuangan justru menjadi penyelamat pasar. Saham Visa melonjak hingga 3 persen dan JPMorgan Chase menguat 1,4 persen, membantu menstabilkan pergerakan Dow Jones. Di sisi lain, pelaku pasar mengamati kekhawatiran geopolitik terkait rencana perluasan sanksi ekonomi AS terhadap Iran, serta ancaman Donald Trump yang akan memberlakukan tarif impor kendaraan dan suku cadang sebesar 50 persen dari Kanada. Sentimen tarif ini langsung menekan saham otomotif seperti Ford yang turun 3,3 persen dan General Motors sebesar 1,1 persen.

Perhatian pelaku pasar pekan ini selanjutnya terfokus pada data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) serta pidato Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam simposium Jackson Hole. Investor tengah mencari petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga di tengah imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun yang masih bertahan di atas level 5 persen.