Jakarta - Saham raksasa teknologi Amazon (AMZN) ditutup melemah tipis sebesar 0,71 persen ke level USD 259,45 pada perdagangan reguler di bursa Wall Street. Meskipun terjadi koreksi minor senilai USD 1,86 dari penutupan sebelumnya, kapitalisasi pasar Amazon tetap kokoh di angka USD 2,816 triliun, menjadikannya salah satu dari lima korporasi paling bernilai di dunia. Penurunan ini dinilai sebagai koreksi teknikal biasa di tengah penantian pasar terhadap sentimen baru di sektor komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan (AI).

Optimisme pasar terhadap Amazon tidak surut. Morgan Stanley baru-baru ini menaikkan target harga saham AMZN dari USD 330 menjadi USD 335 dengan peringkat 'Overweight'. Analis senior Morgan Stanley, Brian Nowak, mengungkapkan bahwa potensi pertumbuhan Amazon Web Services (AWS) untuk mencapai pendapatan USD 1 triliun menjadi motor utama optimisme tersebut. Dalam skenario paling optimistis, target harga saham bahkan diproyeksikan mampu menyentuh USD 500 pada akhir tahun 2027, didukung ekspansi kapasitas AWS sebesar 6 hingga 8 gigawatt per tahun serta monetisasi teknologi AI yang terarah.

Kinerja impresif AWS tercermin dari pertumbuhan kuartalan terbarunya yang melesat hingga 37 persen secara tahunan (year-on-year). Hal ini memperkuat posisi Amazon sebagai pemimpin infrastruktur komputasi awan global di tengah melonjaknya permintaan pemrosesan data berbasis AI. Tren positif ini diamini oleh konsensus 62 analis Wall Street yang dipublikasikan Yahoo Finance, di mana tidak ada satu pun analis yang menyematkan rekomendasi jual (sell) untuk saham AMZN. Rata-rata target harga konsensus berada pada level USD 353,44, mengindikasikan potensi kenaikan hingga 32,24 persen.

Kendati demikian, investor tetap perlu mencermati beberapa faktor risiko. Laporan keuangan teranyar menunjukkan arus kas bebas (free cash flow) akumulatif yang tercatat negatif USD 7,6 miliar akibat lonjakan panduan belanja modal (capex) tahun 2026 yang dinaikkan menjadi USD 220 miliar. Selain itu, proyeksi pertumbuhan pendapatan pada kuartal ketiga tahun ini diperkirakan melambat ke kisaran 9 hingga 12 persen. Namun, dengan backlog kontrak AWS senilai USD 496 miliar serta pendapatan iklan yang tumbuh 26 persen menjadi USD 19,81 miliar, fundamental jangka panjang Amazon dinilai tetap solid menghadapi volatilitas pasar.