Langkah inovatif dilakukan oleh tim akademisi dari Universitas Jember (UNEJ) dalam membantu peternak sapi perah di lereng Gunung Semeru. Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, mereka memperkenalkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin pencacah rumput dan pengaduk pakan di Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Langkah ini dirancang untuk mengatasi kendala manajemen pakan yang selama ini masih dikelola secara tradisional oleh warga setempat.

Sebelumnya, para peternak di sentra susu sapi perah ini harus mencacah rumput secara manual menggunakan sabit. Proses konvensional ini tidak hanya memakan waktu dan tenaga yang besar, tetapi juga menghasilkan ukuran pakan yang tidak seragam serta pencampuran konsentrat yang kurang merata. Kehadiran mesin pencacah buatan tim UNEJ mampu memotong hijauan menjadi ukuran ideal 2-3 sentimeter secara konsisten, sementara mesin pengaduk memastikan nutrisi pakan tercampur secara homogen.

Penerapan teknologi baru ini terbukti membawa dampak signifikan terhadap efisiensi kerja dan hasil produksi. Berdasarkan evaluasi pasca-penerapan, penggunaan mesin tersebut berhasil memangkas waktu penyiapan pakan hingga 30 persen. Keuntungan efisiensi ini berbanding lurus dengan peningkatan volume produksi susu sapi harian yang merangkak naik sekitar 10 hingga 15 persen dari biasanya.

Inisiatif ini dipimpin oleh Dani Hari Tunggal Prasetiyo bersama dua rekannya, Danang Yudistiro yang merancang mekanisasi mesin, serta Bambang Sri Kaloko yang mengoptimalkan sistem penggerak alat. Pendekatan yang dilakukan bersifat partisipatif, di mana peternak tidak hanya menerima bantuan alat secara cuma-cuma, melainkan juga dibekali pelatihan langsung mulai dari operasional harian hingga perawatan mesin agar program berjalan berkelanjutan.

Program transformasi pakan berbasis teknologi ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNEJ, serta pemerintah desa setempat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi stimulus bagi kemandirian peternak dalam meningkatkan daya saing ekonomi berbasis produk susu segar di Lumajang.