Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk di zona merah pada penutupan perdagangan Kamis (13/8), dengan koreksi sebesar 1,13 persen ke level 6.301,77. Pelemahan ini terutama dipicu oleh langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mendepak sepuluh saham asal Indonesia dari indeks globalnya, di samping sikap wait-and-see pelaku pasar menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di DPR.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan total transaksi mencapai Rp13,63 triliun dengan volume 28,43 miliar lembar saham. Tekanan jual mendominasi pasar yang tecermin dari melemahnya 452 saham, berbanding terbalik dengan 175 saham yang menguat dan 164 saham stagnan. Secara sektoral, penurunan terdalam dipimpin oleh sektor barang baku (basic materials) yang merosot hingga 2,93 persen, disusul sektor energi sebesar 2,32 persen.

Menurut analisis Phintraco Sekuritas, keputusan MSCI dalam tinjauan Agustus 2026 menjadi faktor utama koreksi IHSG. Di antara emiten yang didepak, saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) mencatat kejatuhan paling tajam sebesar 8,82 persen. Penurunan ini diikuti oleh PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) sebesar 7,24 persen, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) turun 7,04 persen, dan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) melemah 5,41 persen.

Selain sentimen global tersebut, pelaku pasar juga melakukan aksi ambil untung (profit taking) sembari mencermati arah kebijakan ekonomi dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (14/8). Kendati IHSG tertekan, nilai tukar rupiah justru bergerak menguat tipis 0,03 persen menjadi Rp17.870 per dolar AS, ditopang oleh masuknya aliran modal di pasar obligasi domestik.

Secara teknikal, pergerakan IHSG dinilai masih berada di atas garis rata-rata bergerak 20 hari (MA 20). Kendati demikian, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mengindikasikan potensi konsolidasi atau pergerakan terbatas (sideways) pada akhir pekan. Sementara itu, bursa regional Asia bergerak variatif dengan kenaikan signifikan pada KOSPI Korea Selatan dan TWSE Taiwan sebesar 3,56 persen, kontras dengan indeks PCOMP Filipina yang melemah 1,23 persen.