Bursa saham Asia bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat (26/6/2026), setelah sehari sebelumnya mencatat penguatan yang cukup tajam. Pelemahan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah tekanan baru pada saham-saham teknologi global.

Sentimen negatif turut datang dari pergerakan Wall Street yang ditutup bervariasi pada perdagangan semalam. Koreksi pada sejumlah saham teknologi kembali memunculkan kekhawatiran investor terhadap valuasi perusahaan yang terkait dengan sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menjadi salah satu penekan utama kawasan. Indeks acuan tersebut turun 3,37 persen ke level 69.967, membalikkan reli kuat yang terjadi pada sesi perdagangan Kamis.

Tekanan paling besar datang dari saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor teknologi. Meski demikian, penurunan indeks tidak sepenuhnya tajam karena masih tertahan oleh penguatan pada sebagian saham otomotif dan keuangan.

Mengutip dpa-AFX, saham SoftBank Group merosot hampir 12 persen. Sementara itu, saham Fast Retailing, pengelola merek fesyen Uniqlo, melemah hampir 1 persen.

Aksi ambil untung menjadi salah satu faktor yang mendorong pelemahan pasar. Investor memilih merealisasikan keuntungan setelah kenaikan signifikan pada perdagangan sebelumnya, terutama di saham-saham yang sebelumnya menjadi motor penguatan indeks.