Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang (FEB UNP) mengambil langkah nyata dalam mendorong digitalisasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Agam. Melalui Program Integrasi Program Studi dan Nagari (PIPN), para akademisi ini memberikan pendampingan intensif agar produk lokal Agam mampu bersaing di pasar nasional yang lebih luas.
Kegiatan bertajuk "Mengembangkan Potensi Lokal Berbasis Digital" tersebut berlangsung di Lubuk Basung, Agam, dengan melibatkan 20 pelaku UMKM pilihan dari berbagai kecamatan. Program pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh tim dosen yang diketuai oleh Dr. Gesit Tabrani, ST., MT., guna mengatasi keterbatasan pemasaran digital yang selama ini menjadi kendala klasik produk daerah.
Selama ini, sebagian besar pelaku UMKM di Kabupaten Agam masih bergantung pada metode pemasaran konvensional. Padahal, potensi produk lokal daerah tersebut sangat besar. Minimnya keterampilan dalam memanfaatkan platform niaga elektronik (marketplace) serta keterbatasan kemampuan membuat konten promosi yang estetik menjadi hambatan utama produk lokal sulit menembus pasar luar daerah.
Ketua Program Studi Bisnis Digital FEB UNP, Rahmiati, SE., M.Sc., menekankan bahwa kualitas produk yang baik harus diimbangi dengan strategi komunikasi digital yang tepat. Senada dengan hal itu, Kepala Bappeda Agam, Hamdi, ST., M.Eng., menyambut positif kolaborasi lintas sektor ini. Pihaknya menilai kehadiran perguruan tinggi sangat krusial dalam mempercepat adaptasi ekonomi digital bagi masyarakat daerah.
Selama pelatihan dua hari, para peserta dibekali kemampuan praktis mulai dari pembuatan toko daring, manajemen unggahan produk, teknik fotografi menggunakan ponsel pintar, hingga dasar-dasar penulisan iklan (copywriting). Hasilnya pun signifikan, dengan 80 persen peserta kini terampil mengelola toko digital mereka secara mandiri, dan lebih dari 85 persen mampu memproduksi konten promosi kreatif secara mandiri.
Agar program ini berdampak jangka panjang, FEB UNP berkomitmen tidak melepas para peserta begitu saja. Tim pengabdi melanjutkan program dengan monitoring langsung ke lokasi usaha serta menyediakan ruang konsultasi daring melalui grup komunikasi interaktif untuk mengawal perkembangan bisnis digital pelaku UMKM tersebut secara berkelanjutan.