Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sleman kembali diterpa kendala serius terkait keamanan pangan. Puluhan pelajar beserta guru dari beberapa satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Turi dilaporkan mendadak mengalami keluhan pusing, mual, muntah, hingga sakit perut usai mengonsumsi jatah makanan yang dibagikan pada Senin (7/9/2026).
Berdasarkan data penanganan medis di Puskesmas Turi, total terdapat 45 siswa yang harus mendapatkan perawatan mendesak. Para korban terdistribusi di tiga sekolah berbeda, meliputi 24 murid SMP Negeri 3 Turi, 19 siswa SMK Muhammadiyah 1 Turi, serta 2 murid SD Muhammadiyah Balerante.
Kepala Puskesmas Turi, Diah Arum Ratnaningtyas, membenarkan bahwa mayoritas pasien datang dengan indikasi keluhan seragam. Kendati demikian, penanganan cepat yang dilakukan berhasil menstabilkan kondisi para pelajar sehingga mereka diperbolehkan pulang usai diberikan obat-obatan pendukung, dengan catatan tetap dalam pengawasan orang tua di rumah.
Guna mengusut tuntas penyebab pasti gangguan kesehatan massal ini, tim medis telah mengamankan sampel hidangan yang dikonsumsi hari itu—yang terdiri dari nasi putih, bola-bola daging, edamame, tumis kol wortel, serta semangka. Sampel dari pihak sekolah dan penyedia jasa boga (katering) tersebut saat ini dikirimkan melalui Dinas Kesehatan untuk diuji secara laboratoris.
Di sisi lain, jajaran Pemerintah Kecamatan Turi melalui Panewu Anom Turi, Yunan Nurtrianto, mengonfirmasi terus memantau perkembangan di lapangan. Sementara itu, keluhan tajam datang dari para orang tua murid yang menyoroti kualitas sajian olahan daging yang berbau amis dan aneh. Mereka mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh atau bahkan menghentikan sementara program MBG jika jaminan higienitas dan standar kesehatan makanan belum terpenuhi dengan baik.