Di tengah riuhnya acara Jakarta Barat Job Fair di GOR Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Rabu (24/6/2026), terdapat satu pasangan muda yang tujuannya berbeda dari kebanyakan pengunjung. Bukan untuk melamar ke perusahaan lokal, Reza (28) dan Dafa (25) justru datang dengan mimpi merajut karier di Jepang.

Pasangan ini terlihat berdiskusi serius dengan petugas dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jakarta Barat. Mereka menanyakan seluk-beluk administrasi, persyaratan kompetensi, hingga bidang pekerjaan yang tersedia di Negeri Sakura. Keputusan ini, menurut mereka, lahir dari kekecewaan mendalam terhadap dinamika pasar kerja Indonesia.

"Kita mengikuti zaman, kita udah beberapa kali nyoba kerja di Indonesia dan memang kita melihat peluang ternyata di luar negeri itu menarik dan challenging," ujar Reza. Ia menilai, lingkungan kerja di tanah air masih tertinggal, termasuk dari aspek besaran upah yang ditawarkan kepada pekerja.

Faktor ekonomi bukan satu-satunya pendorong. Dafa menceritakan pengalaman pahitnya yang sangat kesulitan mendapatkan pekerjaan meski sudah menyandang gelar sarjana Ilmu Komunikasi. "Untuk apply internship (mendaftar magang) aja itu harus ada minimal pengalamannya," keluhnya, menyoroti kejanggalan sistem rekrutmen yang justru mempersulit lulusan baru.

Kondisi ini menciptakan lingkaran setan di mana lulusan baru sulit mendapat pengalaman karena minimnya kesempatan magang yang tidak mensyaratkan pengalaman awal. Merasa "lelah" dengan sistem yang demikian, Reza dan Dafa memutuskan untuk banting setir, mencari peluang dan tantangan baru di luar negeri. Mereka berharap bisa menemukan penghidupan yang lebih baik di Jepang.