Dunia usaha dan kancah politik Tanah Air berduka atas berpulangnya Rachmat Gobel, seorang tokoh visioner yang telah menorehkan jejak panjang dalam sejarah industri nasional. Pria kelahiran Gorontalo, 3 September 1962, ini mengembuskan napas terakhirnya di usia 63 tahun pada Jumat (10/7/2026) di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta.

Sebagai putra sulung pendiri Gobel Group, Thayeb Mohammad Gobel, Rachmat merupakan sosok yang membawa transformasi besar bagi grup perusahaan tersebut. Pasca-wafatnya sang ayah pada tahun 1984, ia mengambil alih kemudi bisnis dan berhasil membawa Gobel Group melintasi berbagai tantangan zaman, termasuk krisis moneter 1998, dengan memperkuat aliansi strategis bersama raksasa elektronik dunia, Panasonic.

Kiprahnya melampaui batas ruang rapat perusahaan. Rachmat dikenal luas atas dedikasinya dalam mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jepang. Keahlian diplomasi dan kecerdasannya dalam bernegosiasi mengantarkannya pada berbagai posisi strategis, mulai dari Menteri Perdagangan pada Kabinet Kerja (2014-2015), Utusan Khusus Presiden untuk Jepang, hingga menjadi Wakil Ketua DPR RI pada periode 2019-2024.

Masyarakat Gorontalo mengenang Rachmat Gobel melalui gelar adat "Ti Bulilango Hunggia" atau "Pemberi Cahaya Negeri", sebuah apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata yang ia berikan bagi pembangunan bangsa. Hingga akhir hayatnya, ia terus aktif mengabdi melalui jalur politik di Partai NasDem sembari memastikan keberlangsungan ekosistem bisnis yang ia bangun.

Kepergian Rachmat Gobel bukan sekadar kehilangan bagi keluarga besar Gobel Group, melainkan juga bagi dunia industri nasional yang sempat ia dorong melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Jenazah almarhum disemayamkan di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan dan direncanakan akan dikebumikan di tanah kelahirannya, Gorontalo.