Sebuah pesawat kargo jenis Boeing 737 yang dioperasikan oleh maskapai swasta Pakistan, K2 Airways, dilaporkan hilang saat melakukan penerbangan dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi. Insiden ini memicu kekhawatiran serius setelah pesawat tersebut sempat mengirimkan sinyal kendala teknis sebelum akhirnya lenyap dari pantauan radar di atas perairan Laut Arab, tepatnya di sekitar wilayah Ormara, Balochistan.
Data dari Flightradar24 menunjukkan pola terbang yang tidak lazim. Pesawat sempat kehilangan ketinggian secara mendadak, sempat melakukan upaya tanjakan kembali, sebelum akhirnya kembali menukik dengan kecepatan vertikal yang sangat ekstrem hingga mencapai 22.400 kaki per menit. Sinyal terakhir yang tercatat berada pada ketinggian 1.100 kaki di atas permukaan laut sebelum komunikasi terputus sepenuhnya.
Otoritas Bandara Pakistan (PAA) telah merespons kondisi darurat tersebut dengan mengaktifkan pusat koordinasi penyelamatan. Tim pencarian laut saat ini tengah dikerahkan menuju lokasi terakhir pesawat terdeteksi. Meskipun pihak maskapai menyatakan terus berupaya bekerja sama dengan lembaga pemerintah terkait, para pakar keselamatan penerbangan menyatakan bahwa analisis mendalam terhadap data radar masih diperlukan sebelum menarik kesimpulan atas penyebab utama insiden ini.
Pesawat yang terlibat dalam insiden ini merupakan armada berusia 27 tahun yang telah dimodifikasi menjadi pesawat kargo pada tahun 2012. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pesawat tersebut sebelumnya sempat dioperasikan oleh sejumlah maskapai internasional ternama, termasuk Garuda Indonesia dan Aeroflot. Pihak operator saat ini menyatakan fokus utama mereka adalah melakukan koordinasi intensif dalam upaya pencarian kru pesawat.