Mencapai berat badan ideal sering kali disalahartikan sebagai upaya yang hanya bergantung pada intensitas latihan fisik di pusat kebugaran. Padahal, menurut Certified Personal Trainer, Fahmi Qurusy, keberhasilan dalam membentuk tubuh membutuhkan pendekatan holistik yang melibatkan empat elemen kunci yang harus berjalan secara beriringan.

Dalam acara The Power Talk di Jakarta, Fahmi menjelaskan bahwa fondasi utama tubuh yang sehat dimulai dari pengaturan pola makan bernutrisi, pemenuhan waktu istirahat yang berkualitas, kebiasaan aktif bergerak setiap hari, serta suplementasi yang tepat sesuai kebutuhan tubuh. Pola makan seimbang menjadi aspek krusial karena menyediakan energi bagi tubuh sekaligus mendukung proses pemulihan jaringan otot.

Selain nutrisi, istirahat yang cukup memiliki peran vital dalam menyeimbangkan hormon dan memulihkan kondisi tubuh setelah beraktivitas. Terkait dengan aktivitas fisik, Fahmi menekankan bahwa masyarakat tidak perlu terpaku pada latihan di gym. Hal-hal sederhana seperti lebih memilih tangga daripada lift, berjalan kaki lebih sering, hingga peregangan ringan di sela-sela jam kerja sudah memberikan kontribusi besar bagi kesehatan otot dan metabolisme.

Gaya hidup sedenter atau terlalu banyak duduk menjadi tantangan utama masyarakat modern. Kurangnya mobilitas fisik berkontribusi pada risiko berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2, obesitas, hingga gangguan kesehatan jantung. Oleh karena itu, konsistensi dalam bergerak jauh lebih penting daripada melakukan olahraga berat namun tidak teratur.

Sebagai langkah pelengkap, pemenuhan cairan tubuh juga tidak boleh luput dari perhatian. Air putih tetap menjadi hidrasi utama, namun minuman elektrolit diperlukan saat seseorang beraktivitas dengan intensitas tinggi untuk menggantikan mineral yang hilang melalui keringat. Chintamy Ruliana dari pihak POWERADE menambahkan bahwa kebutuhan hidrasi sangat bervariasi tergantung pada tingkat aktivitas harian seseorang.

Fahmi menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Ia menyarankan agar masyarakat tidak terpaku pada angka di timbangan setiap harinya, melainkan lebih memperhatikan indikator kesehatan seperti kualitas tidur yang membaik, suasana hati yang lebih stabil, dan berkurangnya keluhan nyeri fisik akibat aktivitas sehari-hari.