Kinerja keuangan gemilang dicatatkan oleh emiten pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS). Pada paruh pertama tahun 2026, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,19 triliun. Angka ini mencerminkan lonjakan signifikan hingga 175,34 persen dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp433,02 miliar.
Pertumbuhan laba yang melesat tajam ini sejalan dengan lonjakan pendapatan usaha perseroan yang tumbuh hampir tiga kali lipat atau sebesar 194 persen menjadi Rp1,80 triliun, dari sebelumnya Rp613,36 miliar pada semester I 2025. Sektor kawasan industri masih menjadi mesin pertumbuhan utama dengan menyumbang pendapatan sebesar Rp1,75 triliun.
Sementara itu, kontribusi dari lini bisnis lainnya tercatat stabil. Segmen hunian menyumbangkan Rp19,32 miliar, disusul segmen komersial sebesar Rp18,16 miliar. Pendapatan dari sektor sewa dan perhotelan masing-masing memberikan kontribusi senilai Rp9,47 miliar dan Rp8,07 miliar bagi kantong perseroan.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, mengungkapkan bahwa tingginya permintaan terhadap lahan industri menjadi pemicu utama di balik performa impresif ini. Ia menjelaskan bahwa industri pusat data (data center) memegang peranan krusial sebagai pelanggan utama yang menyerap lahan industri perseroan sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Seiring dengan kenaikan pendapatan, DMAS juga mencatat peningkatan laba kotor sebesar 197,22 persen menjadi Rp1,28 triliun. Menariknya, marjin laba kotor perseroan terdongkrak naik ke level 70,81 persen, menunjukkan efisiensi operasional dan profitabilitas yang kokoh. Dari sisi neraca keuangan, total aset DMAS terkerek 23,43 persen menjadi Rp8,79 triliun, didorong oleh kas dan setara kas yang melonjak drastis hingga 453,06 persen menjadi Rp2,09 triliun.
Dengan posisi liabilitas terkendali sebesar Rp1,78 triliun dan ekuitas yang tumbuh menjadi Rp7,01 triliun, manajemen menegaskan bahwa DMAS saat ini bebas dari utang. Kondisi kas bersih yang melimpah ini memosisikan perusahaan secara strategis untuk terus melanjutkan ekspansi dan pengembangan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern yang mengintegrasikan industri, komersial, dan hunian di timur Jakarta.