Era interaksi dengan kecerdasan buatan (AI) kini bergeser dari layar ponsel dan komputer menuju perangkat sandang (wearable). Hal ini dibuktikan dengan masuknya kacamata pintar besutan produsen teknologi asal China, Rokid, ke pasar Indonesia melalui distributor eksklusifnya, PT Denka Pratama Indonesia. Kehadiran teknologi ini menawarkan alternatif cara baru berinteraksi dengan AI secara hands-free tanpa harus terpaku pada layar gawai.
Dalam ajang Digital Transformation Indonesia Conference and Exhibition (DTI-CX) di Jakarta, Denka Pratama memamerkan dua model andalan. Varian pertama adalah Rokid Neo AI Smart Glasses yang dipasarkan di kisaran harga Rp7 jutaan tanpa fitur augmented reality (AR). Sementara untuk kebutuhan yang lebih kompleks, tersedia versi premium berfitur lengkap dengan harga sekitar Rp11 jutaan.
Chief Marketing Officer Denka Pratama, Bagus Pratama, mendemonstrasikan berbagai kemampuan kacamata pintar ini dalam aktivitas nyata. Perangkat tersebut dapat memproyeksikan teks layaknya teleprompter langsung pada lensa, menerjemahkan percakapan lintas bahasa secara seketika (real-time), hingga mengidentifikasi objek di sekitar berkat integrasi kamera pintar dan sistem AI yang intuitif.
Perbedaan mendasar dari teknologi wearable AI ini terletak pada kemampuannya memproses input visual. Kamera pada kacamata bertindak sebagai indra penglihatan bagi kecerdasan buatan, yang memungkinkannya menganalisis konteks lingkungan sekitar secara langsung. Pengguna dapat mengetahui informasi cuaca, menghitung jumlah orang dalam ruangan, atau menanyakan detail objek hanya lewat perintah suara tanpa perlu memegang ponsel pintar.
Selain untuk penggunaan sehari-hari, Rokid juga menyasar sektor aksesibilitas dan industri. Bagi penyandang disabilitas netra, kamera kacamata ini dirancang untuk mendeteksi rintangan di depan dan menginformasikannya untuk meningkatkan kewaspadaan. Sementara di sektor enterprise, teknologi ini membantu para teknisi di lapangan mengakses panduan kerja visual secara praktis sembari tetap memfungsikan kedua tangan mereka secara bebas.
Kendati menawarkan efisiensi tinggi, adopsi teknologi kacamata pintar dengan kamera terintegrasi ini juga memicu tantangan baru terkait privasi publik. Untuk mengantisipasi kekhawatiran mengenai pengambilan gambar secara diam-diam, Rokid menyematkan indikator visual khusus yang aktif saat kamera bekerja. Keberhasilan ekspansi teknologi ini ke depan dinilai sangat bergantung pada bagaimana keamanan data visual pengguna dikelola secara transparan oleh produsen.