BPJS Kesehatan resmi menginisiasi program Layanan Ujung Negeri (LANURI) sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan akses Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke seluruh penjuru Indonesia. Melalui program ini, BPJS Kesehatan menghadirkan kanal Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta sistem jemput bola BPJS Keliling yang dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

VIOLA hadir sebagai solusi layanan berbasis konferensi video yang memungkinkan peserta berinteraksi langsung dengan petugas BPJS Kesehatan secara real-time. Fasilitas ini memangkas hambatan administratif bagi warga yang selama ini terkendala geografis maupun keterbatasan infrastruktur digital. Hingga pertengahan 2026, tercatat lebih dari 218 ribu pemanfaatan layanan VIOLA, dengan Puskesmas menjadi titik akses paling dominan bagi peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari target 100 hari kerja direksi untuk memastikan prinsip keadilan akses kesehatan terpenuhi. "Implementasi LANURI yang dilakukan secara serentak di 558 titik di seluruh Indonesia diharapkan dapat mengatasi kendala komunikasi dan keterbatasan jangkauan layanan di daerah terpencil," ujar Prihati dalam keterangan resminya.

Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Kementerian Koperasi, misalnya, berkomitmen memanfaatkan jaringan Koperasi Desa untuk menyediakan akses internet bagi operasional VIOLA. Di sisi lain, Pusat Kesehatan TNI turut mendukung program ini dengan mengerahkan fasilitas kesehatan serta personel Babinsa guna memfasilitasi jangkauan layanan hingga ke pelosok pulau terluar.

Program ini melengkapi serangkaian capaian kinerja BPJS Kesehatan dalam periode 100 hari kerja yang telah mencapai efektivitas sebesar 91,53 persen. Selain berfokus pada sisi administrasi, BPJS Kesehatan juga terus memperkuat aspek integrasi layanan melalui program kolaboratif lainnya, termasuk pemantauan kesehatan siswa serta penguatan deteksi efisiensi biaya guna menjaga keberlanjutan program JKN bagi seluruh penduduk Indonesia.