Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Riau tengah bersiap menyelenggarakan Festival Literasi 2026 pada 5 hingga 7 Agustus mendatang. Mengusung tema "Riau Membaca, Riau Berkarya", perhelatan yang dipusatkan di halaman Kantor Dispersip Riau, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru ini bertujuan mendobrak stigma kuno tentang perpustakaan sebagai tempat yang sekadar untuk meminjam buku.
Kepala Dispersip Riau, Indra, menjelaskan bahwa festival ini dirancang sebagai wadah interaktif yang memadukan edukasi, kolaborasi, dan hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat. Transformasi perpustakaan menjadi ruang kreatif inklusif menjadi misi utama, di mana generasi muda tidak hanya diajak membaca, tetapi juga didorong untuk menulis, berdiskusi, dan menghasilkan karya nyata.
Selama tiga hari berturut-turut, para pengunjung akan disuguhkan beragam agenda menarik. Mulai dari bedah buku bersama penulis tingkat nasional, pameran kearsipan daerah, gelar wicara edukatif, hingga panggung apresiasi seni dari berbagai sekolah di Bumi Lancang Kuning.
Tidak hanya fokus pada literasi formal, festival ini juga menyajikan zona ramah anak lewat lomba mewarnai dan permainan edukatif. Pengunjung juga dapat menikmati bazar kuliner yang diikuti pelaku UMKM lokal serta menjelajahi pameran Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Indra berharap momentum ini dapat mempererat sinergi antara pemerintah, pegiat literasi, dan masyarakat luas dalam membangun Riau yang lebih cerdas dan inovatif.