Sekolah Rakyat Rowosari yang terletak di kawasan Tembalang, Kota Semarang, menghadirkan suasana berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini. Pada Selasa (14/7/2026), kegiatan orientasi yang biasanya diisi dengan materi kelas diselingi dengan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi para siswa baru.

Inisiatif sosial ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera yang tinggal di wilayah pinggiran Kota Semarang. Bagi kelompok masyarakat marginal tersebut, kesiapan memasuki tahun ajaran baru tidak hanya diukur dari kelengkapan alat tulis, melainkan juga dari kondisi fisik yang prima demi mendukung kelancaran proses belajar di kelas.

Koordinator Pengajar Sekolah Rakyat Rowosari, Yunita, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendeteksi dini hambatan kesehatan yang kerap diabaikan. Banyak siswa dilaporkan sering mengeluh pusing atau kesulitan melihat papan tulis, namun terhambat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena keterbatasan biaya dan waktu kerja orang tua mereka. Melalui momentum MPLS, pihak sekolah berupaya melakukan aksi jemput bola.

Manfaat nyata dari program ini dirasakan langsung oleh Aminah (39), seorang buruh cuci yang mengantarkan putranya, Doni (7), untuk diperiksa kesehatannya. Aminah mengungkapkan rasa syukurnya karena bantuan layanan medis gratis ini sangat meringankan beban ekonomi keluarga, sehingga anggaran yang semula disiapkan untuk berobat dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.

Pemeriksaan awal ini juga berfungsi sebagai basis data pemetaan kondisi fisik siswa. Apabila ditemukan anak yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, pihak sekolah bersama relawan akan segera mengoordinasikannya dengan pusat kesehatan masyarakat terdekat. Langkah ini mempertegas komitmen pemenuhan hak pendidikan yang berkeadilan yang harus berjalan beriringan dengan jaminan kesehatan yang merata.