Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi mitra sekaligus mengoptimalkan penjualan kayu di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Slarang. Langkah strategis ini diumumkan pada kunjungan kerja yang dilakukan pada Selasa (23/06).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Dian Tri Atmoko, Kepala Departemen Sumber Daya Manusia, Umum, Teknologi Informasi, dan Keuangan Divisi Regional Jawa Tengah. Dalam arahannya, Dian menekankan kewajiban seluruh petugas untuk memberikan pelayanan optimal guna menjaga kepuasan mitra pedagang kayu.

Sasaran utama dari langkah ini adalah mencapai target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang telah ditetapkan. "Petugas harus mampu mengoptimalkan penjualan kayu di TPK agar stok tidak menumpuk terlalu lama dan tidak menimbulkan penurunan kualitas," ujar Dian.

Administratur KPH Pemalang, Heri Nur Afandi, menambahkan bahwa jajarannya akan terus berupaya meningkatkan pelayanan di TPK Slarang maupun TPK Paduraksa. Heri juga menginformasikan adanya stok kayu keamanan yang cukup diminati mitra namun belum dapat dipasarkan karena proses verifikasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih berlangsung. Perhutani berjanji akan mempercepat proses tersebut.

Dukungan datang dari para mitra. Darminto, salah satu pedagang dari Desa Surajaya, menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diterima selama bertransaksi di TPK. "Kami selalu mendapatkan pelayanan yang baik dari petugas. Semoga Perhutani dapat terus menjadi mitra yang baik bagi para pedagang kayu seperti kami," ungkapnya.