Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melakukan kunjungan studi banding (benchmarking) ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) pada Selasa (5/8/2026). Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola Program Studi (Prodi) S1 Bisnis Digital di lingkungan UIN Salatiga, dengan mengacu pada kesuksesan pengelolaan prodi serupa di UNJ.

Delegasi dari UIN Salatiga disambut hangat oleh jajaran pimpinan FEB UNJ di Gedung SFD Tower B. Di antaranya adalah Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Agung Kresnamurti Rivai, serta Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi, dan Kerja Sama, Ayatulloh Michael Musyaffi. Pertemuan ini juga dihadiri oleh para dosen, pengelola jurnal, dan tim kemahasiswaan dari kedua belah pihak.

Dalam sambutannya, Agung Kresnamurti Rivai menyatakan bahwa pertemuan ini bukan hanya sekadar ajang berbagi pengalaman, melainkan juga fondasi untuk membangun jejaring akademis yang lebih kokoh. Ia berharap kerja sama ini dapat berkembang ke ranah yang lebih luas, termasuk penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, hingga pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini.

Fokus utama diskusi berpusat pada strategi pengembangan kurikulum yang adaptif. Koordinator Prodi S1 Bisnis Digital FEB UNJ, Ryna Parlyna, memaparkan kiat-kiat yang berhasil membawa program studinya meraih akreditasi "Unggul". Ryna menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademis dan industri serta evaluasi kurikulum secara berkala demi menjamin kompetensi lulusan tetap kompetitif.

Selain kurikulum, forum ini juga membahas manajemen jurnal ilmiah dan pembinaan kemahasiswaan. FEB UNJ membagikan kiat sukses dalam menjaga kualitas editorial jurnal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Sementara di bidang kemahasiswaan, fokus diarahkan pada program-program peningkatan keahlian profesional dan organisasi untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi transisi dunia kerja yang dinamis.

Kunjungan kerja ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inisiatif konkret seperti pertukaran dosen, seminar bersama, dan lokakarya riset. Bagi FEB UNJ sendiri, kolaborasi antarkampus dipandang sebagai elemen krusial untuk terus beradaptasi dengan laju transformasi digital dan kebutuhan pasar kerja masa depan.