Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) resmi menerima hak cipta atas karya "Muay Aerobik Nusantara" dari sang pencipta, Dr. (Cand.) Noviyanti Maulani, M.Pd. Prosesi penyerahan aset intelektual berharga ini dilangsungkan di tengah kemeriahan ajang Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 yang digelar di GOR Abdur Rosyad, Kota Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini menjadi tonggak baru dalam upaya memadukan olahraga bela diri dengan kekayaan budaya tradisional Indonesia.

Karya inovatif yang mengombinasikan gerakan khas Muaythai dengan sentuhan kebudayaan Nusantara ini telah secara resmi terdaftar dengan nomor hak cipta EC002026064844 per 14 Mei 2026. Penyerahan hak cipta ini diharapkan tidak hanya memperkaya pembinaan di internal PBMI, melainkan juga berfungsi sebagai sarana sosialisasi hidup sehat yang sarat akan nilai-nilai luhur kebangsaan bagi masyarakat luas.

Noviyanti Maulani selaku pencipta mengungkapkan bahwa dedikasi karya ini sepenuhnya ditujukan bagi kemajuan organisasi PBMI. Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menorehkan prestasi di tingkat global, membangun karakter yang tangguh, sekaligus tetap memegang teguh identitas kebudayaan lokal.

Ketua Umum PBMI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyambut hangat dan mengapresiasi tinggi penyerahan aset intelektual ini. Menurutnya, perkembangan dunia olahraga saat ini menuntut adanya kreativitas dan inovasi yang tidak hanya berfokus pada prestasi tanding, tetapi juga mampu menguatkan jati diri bangsa. Ia berkomitmen untuk menjaga dan menyebarluaskan metode latihan ini agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Apresiasi serupa datang dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), yang menilai metode pengenalan Muaythai lewat pendekatan aerobik ini sebagai sebuah terobosan cerdas. Langkah ini dinilai efektif dalam memasyarakatkan olahraga Muaythai agar lebih inklusif dan mudah diterima oleh berbagai kalangan usia. Menpora bahkan menyoroti pentingnya pembinaan sejak usia dini, menyusul partisipasi aktif anak-anak berusia lima tahun dalam kegiatan tersebut yang dinilainya sebagai modal berharga bagi masa depan olahraga nasional.