Sektor properti logistik di Indonesia diprediksi akan terus menunjukkan performa impresif hingga penghujung tahun 2026. Tingkat okupansi yang stabil di level tinggi serta pasokan baru yang terbatas menjadi motor penggerak utama yang menjaga daya tarik bisnis ruang simpan ini di mata para investor.

Menurut laporan CBRE Indonesia, pergudangan logistik tetap menjadi instrumen investasi properti dengan tingkat pengembalian modal (RoI) yang sangat menjanjikan. Senior Director Capital Markets CBRE Indonesia, Ivana Susilo, mengungkapkan bahwa tingkat keterisian gudang saat ini hampir menyentuh kapasitas maksimal, yakni berkisar di angka 98 persen. Dalam tiga tahun terakhir, penyerapan ruang gudang rata-rata mencapai 308.700 meter persegi per tahun.

Pertumbuhan positif ini utamanya disokong oleh tingginya aktivitas di sektor perdagangan elektronik (e-commerce), industri barang konsumsi cepat habis (FMCG), serta ekspansi manufaktur otomotif, termasuk ekosistem kendaraan listrik yang sedang berkembang pesat di tanah air.

Optimisme senada dirasakan oleh PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST). Pengembang kawasan industri MM2100 ini mencatat tingkat okupansi penuh alias 100 persen untuk fasilitas gudang sewa dan bangunan pabrik siap pakai (SFB). Guna menangkap peluang pasar yang dinamis, BEST meluncurkan BeFa Industrial Hub, sebuah kompleks pergudangan modern multifungsi yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan operasional, termasuk fasilitas rantai pendingin (cold storage).

Langkah ekspansif juga ditunjukkan oleh anak usaha PT Jababeka Tbk, PT Graha Buana Cikarang. Melalui proyek Jababeka Bizpark, perusahaan menawarkan unit pergudangan serbaguna yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyimpanan, melainkan juga dapat dialihfungsikan menjadi studio siaran langsung niaga (live commerce) hingga kantor operasional. Sejauh ini, proyek tersebut telah sukses memasarkan ratusan unit kepada pelaku usaha skala menengah dan ritel.