Kegagalan melaju ke babak final Piala Presiden 2026/2027 menjadi bahan evaluasi mendalam bagi Persija Jakarta. Kekalahan tipis 1-2 dari rival abadi mereka, Persib Bandung, dalam laga semifinal yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Selasa (4/8/2026), memicu kekecewaan sekaligus optimisme baru di kubu Macan Kemayoran.
Pelatih kepala Persija Jakarta, Shin Tae-yong, secara terbuka mengakui ketidakpuasannya terhadap hasil akhir pertandingan bertajuk duel klasik tersebut. Kendati demikian, juru taktik berkebangsaan Korea Selatan itu tetap memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan keras anak asuhnya serta mengucapkan selamat kepada tim lawan yang berhasil mengamankan tiket ke partai puncak.
Bagi pelatih berusia 55 tahun itu, turnamen pramusim ini menjadi wadah krusial untuk memetakan kekuatan serta kelemahan skuadnya sebelum mengarungi kompetisi sesungguhnya. Ekspektasi untuk meraih kemenangan memang meleset, tetapi kekalahan ini justru menyingkap celah-celah taktis di dalam tim yang perlu segera dibenahi menjelang bergulirnya liga domestik.
Di balik hasil minor tersebut, Shin mengantongi catatan positif terkait efektivitas strategi pergantian pemain. Persija sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86 berkat aksi impresif dua pemain pengganti. Victor Dethan, yang masuk pada babak kedua, melepaskan umpan silang akurat yang sukses dikonversi menjadi gol oleh Kwon Chang-hoon.
Kontribusi optimal dari bangku cadangan ini melanjutkan tren positif yang sebelumnya terlihat saat melawan PSMS Medan. Pihak manajemen dan staf pelatih kini fokus melakukan pembenahan komprehensif atas kelemahan teknis yang teridentifikasi selama Piala Presiden agar Macan Kemayoran tampil lebih solid di ajang Super League 2026/2027.