SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur kini tengah merancang sistem digitalisasi pengelolaan anggaran untuk seluruh cabang olahraga (cabor). Langkah ini diambil guna memperkuat akuntabilitas serta mencegah potensi penyalahgunaan dana hibah pembinaan sejak dini.

Ketua Umum KONI Kaltim, H. Anderiy Syachrum, menegaskan bahwa pembenahan tata kelola keuangan menjadi salah satu program prioritas kepengurusannya. Melalui keterbukaan informasi ini, ia berharap kepercayaan publik meningkat dan dana pembinaan dapat terserap secara optimal untuk kemajuan atlet.

Sistem berbasis aplikasi ini nantinya memfasilitasi pengurus cabor, pelatih, hingga atlet untuk memantau langsung arus kas masuk dan keluar. Guna menjaga kerahasiaan data internal, akses sistem tersebut akan dibatasi sehingga setiap cabor hanya dapat melihat informasi keuangannya masing-masing.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listiyono, menambahkan bahwa pembuatan platform ini merupakan respons cepat atas instruksi ketua umum agar penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan di hadapan lembaga pemeriksa berwenang.

Saat ini, aplikasi tersebut masih dalam proses perancangan oleh tim internal KONI Kaltim. Selain mempermudah pelaporan, sistem ini juga disiapkan sebagai alat deteksi dini jika terjadi ketidaksesuaian alokasi anggaran, sehingga evaluasi berupa penghargaan atau sanksi dapat segera diputuskan.