PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) secara resmi memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan komitmen Business Continuity Management (BCM) dan tujuh Kebijakan Bisnis Berkelanjutan yang berorientasi pada aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Momentum penting ini dilaksanakan dalam Rapat Kerja di Aula PLN HUB, Balikpapan, pada Selasa (14/7).
Langkah nyata ini diambil untuk memastikan proyek kelistrikan tidak hanya mengejar target operasional jangka pendek, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial demi generasi mendatang. Melalui kebijakan baru ini, PLN UIP KLT menargetkan peningkatan level kematangan keberlanjutan bisnis (sustainability maturity level) perusahaan secara menyeluruh.
General Manager PLN UIP KLT, Dewanto, menegaskan bahwa penerapan prinsip ESG merupakan pilar utama dalam menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal. Ia menyatakan bahwa penyediaan pasokan listrik bagi masyarakat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan tata kelola korporasi yang transparan.
Komitmen dan kebijakan yang disahkan mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari pelestarian keanekaragaman hayati dan restorasi lahan, mitigasi dampak perubahan iklim, pemberdayaan sosial kemasyarakatan, hingga sistem pengadaan barang ramah lingkungan. Tidak hanya itu, kebijakan ini juga mengatur standar perilaku saling menghargai di lingkungan kerja, regulasi sosial bagi pemasok serta kontraktor, hingga jaminan kesejahteraan dan inklusi sosial.
Seluruh poin kesepakatan ini nantinya akan disosialisasikan secara intensif kepada seluruh jajaran manajemen, pegawai, dan mitra kerja eksternal. Implementasi kebijakan ini diharapkan mampu membawa PLN UIP KLT menjadi entitas penyedia energi yang lebih modern, adaptif, serta tangguh dalam menghadapi dinamika industri masa kini.