PPM School of Management menggelar Executive Talkshow bertajuk “Sustainability Is Business: From Urgency to Competitive Advantage” di Jakarta pada Kamis (3/9). Forum ini menghimpun lintas perspektif dari akademisi, pelaku usaha, hingga pemerintah untuk mengupas pergeseran prinsip keberlanjutan (sustainability) dari sekadar pemenuhan tanggung jawab sosial menjadi strategi inti penentu daya saing korporasi.
Dalam forum tersebut, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menekankan pentingnya adopsi energi baru terbarukan sebagai bagian dari arah kebijakan nasional. Ia menyebutkan bahwa korporasi memegang peranan krusial dalam mengintegrasikan prinsip people, planet, profit ke dalam operasionalnya guna mendukung ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi hijau berkelanjutan.
Dari sudut pandang industri, Direktur Perencanaan Strategis Pertamina New & Renewable Energy, Harsono Budi, memaparkan tantangan transformasi organisasi dalam menerapkan agenda keberlanjutan, mulai dari alokasi investasi hingga pengukuran dampak bisnis. Senada dengan hal tersebut, VP Tatalogam Lestari Group of Companies, Nicolas Bagus Setiabudi, menegaskan bahwa praktik keberlanjutan tidak harus menjadi beban biaya, melainkan peluang efisiensi yang dapat memperkuat margin keuntungan perusahaan.
Pembahasan semakin mendalam ketika Assistant Professor PPM School of Management, Dr. Rike Penta Sitio, menyoroti penerapan ekonomi sirkular dalam model bisnis modern. Meski arah keberlanjutan kian jelas, Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Dr. Wendra, mengingatkan bahwa tantangan utama korporasi saat ini terletak pada kesiapan kapabilitas internal SDM dalam merancang dan mengelola strategi tersebut secara konsisten.
Guna menjembatani kebutuhan dunia usaha terhadap SDM yang kompeten, PPM School menghadirkan program MM in Sustainability. Inisiatif ini dirancang untuk mencetak manajer dan pemimpin bisnis yang mampu menerjemahkan konsep keberlanjutan menjadi inovasi, efisiensi, serta penciptaan nilai tambah bagi perusahaan dan lingkungan.