Hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Thailand kini memasuki fase baru yang lebih dinamis. Sektor perbankan mengambil peran strategis sebagai fasilitator utama untuk menjembatani pelaku usaha dari kedua negara dalam memperluas jangkauan investasi dan perdagangan lintas batas.
Langkah nyata dari sinergi ini tecermin dari kunjungan resmi Perdana Menteri Thailand, H.E. Anutin Charnvirakul, beserta delegasinya ke Kantor Cabang Permata Bank di kawasan Thamrin, Jakarta. Kunjungan delegasi tingkat tinggi tersebut disambut langsung oleh Komisaris Utama Permata Bank yang juga menjabat sebagai Presiden Bangkok Bank, Chartsiri Sophonpanich, didampingi Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli.
Bagi Bangkok Bank dan Permata Bank, pertemuan ini memiliki makna historis yang kuat. Kantor cabang di Jalan Thamrin tersebut merupakan bagian dari jejak panjang operasional Bangkok Bank di Indonesia, yang kini semakin diperkuat setelah integrasi resmi Permata Bank ke dalam jaringan Bangkok Bank Group.
Dalam kesempatan tersebut, Chartsiri memberikan apresiasi tinggi kepada para pelaku usaha Indonesia yang hadir untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan delegasi Thailand. Menurutnya, pertukaran gagasan dan kolaborasi langsung seperti inilah yang menjadi kunci utama dalam membuka potensi ekonomi yang lebih besar di kawasan.
Guna memfasilitasi ekspansi tersebut, Permata Bank kini menyediakan berbagai layanan keuangan komprehensif, mulai dari corporate banking, transaction banking, trade finance, hingga treasury dan layanan konsultasi bisnis. Melalui jaringan luas Bangkok Bank Group, pelaku usaha kini bisa mendapatkan bantuan tidak hanya dalam hal pembiayaan, tetapi juga pemahaman regulasi lokal, analisis pasar, serta akses ke calon mitra strategis di negara tujuan.
Di hari yang sama, PM Anutin juga menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Thailand yang digelar oleh Kadin Indonesia bersama Board of Trade of Thailand. Forum tersebut berfokus pada penguatan kemitraan strategis, khususnya dalam membangun rantai pasok industri yang terintegrasi, sektor jasa, ekonomi halal, serta konektivitas transportasi dan energi demi memberikan nilai tambah bagi kedua negara.