Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, menginstruksikan seluruh jaringan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), baik milik pemerintah maupun swasta, untuk membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Program ini diselenggarakan secara serentak bertepatan dengan perayaan hari keagamaan lokal, Rahina Tumpek Krulut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk implementasi dari instruksi Gubernur Bali. Program strategis tersebut bertujuan untuk memperluas aksesibilitas medis sekaligus menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya memantau kondisi fisik secara berkala.

Seluruh rumah sakit pemerintah dan swasta, puskesmas, hingga klinik di wilayah Buleleng dilibatkan penuh untuk memastikan cakupan layanan menjangkau semua lapisan masyarakat. Layanan ini terbuka lebar bagi seluruh warga, baik pengguna aktif BPJS Kesehatan maupun non-BPJS, dengan mekanisme administrasi yang sangat dimudahkan.

Apabila dalam proses penapisan (screening) ditemukan adanya indikasi medis yang memerlukan penanganan tingkat lanjut, pasien akan diarahkan untuk mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan sekunder. Bagi peserta BPJS Kesehatan, alur rujukan tetap akan mengikuti regulasi penjaminan yang berlaku nasional.

Melalui inisiatif ini, Dinas Kesehatan Buleleng berharap dapat memperkuat aspek promotif dan preventif lewat deteksi dini penyakit. Warga diimbau untuk proaktif memeriksakan kondisi fisik tanpa harus menunggu munculnya gejala sakit demi mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih sehat dan produktif.