Forum Komunikasi Antar Etnis (FKAE) Kabupaten Batubara mengusulkan proyek strategis berupa pembangunan kawasan terpadu yang menggabungkan pusat kebudayaan, sarana olahraga, dan fasilitas umum. Langkah ini dirancang sebagai upaya konkret untuk merawat kemajemukan adat istiadat sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di daerah tersebut.

Usulan tersebut dimatangkan dalam sebuah musyawarah yang dihadiri oleh berbagai elemen penting masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemuka agama, perwakilan pemuda, hingga jajaran tokoh politik setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan adanya dukungan kolektif terhadap pelestarian warisan budaya lokal.

Pembangunan megaproyek ini memiliki beberapa visi strategis, di antaranya menyediakan wadah permanen untuk penyelenggaraan Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) yang merupakan agenda tahunan. Selain itu, kawasan ini diproyeksikan memiliki deretan rumah adat dari berbagai etnis sebagai simbol persatuan sekaligus pemantik sektor pariwisata daerah, ruang pembinaan seni, serta fasilitas olahraga penunjang prestasi atlet lokal.

Rencana pembangunan fisik ini diusulkan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektare (100.000 meter persegi) di kawasan PT Muis, yang berlokasi di antara wilayah Sei Suka dan Air Putih Indrapura. Area luas tersebut nantinya akan dibagi menjadi berbagai zona fungsional, termasuk gedung kesenian, galeri UMKM, Islamic Center, ruang terbuka hijau ramah anak, lapangan sepak bola dengan tribun, sirkuit balap motor mini, hingga fasilitas parkir yang representatif.

Menanggapi usulan ini, Muhammad Rafiq selaku tokoh politik setempat memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen masyarakat dan pemangku adat yang telah menginisiasi gagasan tersebut. Menurutnya, fasilitas ini tidak hanya akan memperkuat kerukunan dalam bingkai Kebinekaan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru melalui sektor pariwisata dan olahraga di Kabupaten Batubara.