Indonesia resmi bersiap menghadapi pesta olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2026, yang akan digelar di Aichi-Nagoya, Jepang, mulai 19 September hingga 4 Oktober mendatang. Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mengumumkan akan mengirimkan kontingen berkekuatan 432 atlet untuk berlaga di 35 cabang olahraga dari total 43 cabang yang dipertandingkan.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa seluruh atlet yang terpilih telah melewati proses seleksi ketat dan persiapan yang matang. Ia optimistis para duta olahraga tanah air ini mampu menyuguhkan performa terbaik demi mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi.
Menariknya, edisi ke-20 Asian Games kali ini juga menjadi panggung debut bagi sejumlah cabang olahraga baru. Indonesia dipastikan ambil bagian dalam beberapa cabang debutan tersebut, di antaranya mixed martial arts (MMA), padel, dan teqball. Disiplin MMA sendiri akan memperebutkan enam nomor pertandingan, yang terdiri dari empat nomor putra dan dua nomor putri.
Dari total 35 cabang olahraga yang diikuti, tiga cabang yakni tinju, anggar, dan tenis meja akan berangkat menggunakan dana mandiri yang bersumber dari federasi masing-masing serta dukungan mitra sponsor. Meski demikian, NOC Indonesia memastikan bahwa ketiga cabang tersebut tetap mendapatkan fasilitas, pelayanan, dan dukungan penuh dari tim kontingen secara setara.
Di sisi lain, Indonesia memutuskan absen pada delapan cabang olahraga dari program resmi Asian Games 2026. Beberapa cabang yang tidak diikuti oleh kontingen Merah Putih antara lain sepak bola, bisbol/sofbol, breaking, kriket, bola tangan, kabaddi, rugbi, serta layar. Keputusan penentuan cabang olahraga ini diambil berdasarkan evaluasi bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) demi efisiensi dan target prestasi.